Benarkah Sakaratul Maut Itu Menyakitkan?

Percetakanyasin.id, Benarkah Sakaratul Maut Itu Menyakitkan – Sahabat, Nabi Idris dianugerahi berbagai mukjizat oleh Allah SWT. Salah satunya yakni bisa berteman dengan Malaikat Maut. Sudah seperti sahabat, Malaikat Maut kerap mengunjungi rumah Nabi Idris. Suatu hari Nabi Idris penasaran dengan rasanya sakaratul maut. Ia pun meminta malaikat untuk mencabut nyawanya, dan setelah itu mengembalikan lagi. Malaikat Maut tak langsung meng-iya-kan permintaan ini karena ia harus meminta izin kepada Allah SWT.

Mengutip buku Kisah dan ‘Ibrah oleh Syofyan Hadi, suatu hari datanglah malaikat maut bertamu ke rumah nabi Idris. Keinginan Nabi Idris tersebut awalnya ditolak oleh malaikat maut, karena dia tidak diperintah untuk mencabut nyawa sahabatnya itu. Atas desakan Nabi Idris akhirnya malaikat maut meminta izin kepada Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Idris. Allah SWT memberi izin kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa nabi Idris.

Sebelum nyawanya dicabut, Nabi Idris meminta kepada malaikat agar setelah mati nanti, dia dihidupkan kembali. Permintaan itupun disahuti oleh malikat maut atas izin Allah. Maka mulailah malikat maut mencabut nyawa Nabi Idris dengan sangat pelan dan perlahan. Setelah Nabi Idris meninggal, kembali atas izin Allah dia dihidupkan.

Malaikat maut kemudian bertanya kepadanya, “Ya nabi Allah! Bagaimana rasanya mati tadi?” Nabi Idris menjawab, “Tidak bisa aku ceritakan betapa sakitnya, sekiranya kambing yang hidup itu dikuliti, lalu diberi asam pada tubuhnya, maka sakitnya tujuh kali lebih hebat dari itu”. Malaikat maut tersenyum sambil berkata, “Ketahuilah hai Nabi Allah! Selama saya mencabut nyawa makhluk, maka nyawa engkaulah yang paling lunak dan paling lembut saya cabut”.

Nabi Idris pun terkejut mendengar jawaban malaikat maut, karena dia tidak bisa membayangkan, bahwa mati yang dirasakannya adalah mati yang paling lembut. “Lalu bagaimana dengan yang paling kerasnya. Tentu lebih hebat lagi rasa sakitnya,” cetusnya di dalam hati.

Jadi, bagaimana kira-kira rasa sakit dan derita seseorang yang mengalaminya?

Jika kita tertusuk duri, tersayat pisau, atau terbakar api, maka kita masih bisa berteriak dan berlari atau melompat-lompat untuk mengurangi rasa sakit yang muncul. Hal ini sangat mungkin karena masih ada tenaga pada kaki, lidah, dan anggota tubuh lainnya. Tetapi bayangkan orang yang sedang sakaratul maut. la tidak akan sanggup mengalihkan sakit yang dirasa. ltu karena rasa sakit yang dialami telah sampai pada puncak kesakitan dari semua jenis rasa sakit yang ada. Tenaga menjadi hilang, semua anggota tubuh melemah, dan sama sekali tidak ada lagi daya untuk berteriak meminta pertolongan. Rasa sakit yang demikian dahsyat itu telah melumpuhkan akal, membungkam lidah, dan melemahkan semua raga.

Rasulullah SAW Pernah Mengalami Sakaratul Maut

Rasulullah juga pernah mengalami sakaratul maut dan Rasulullah bersabda, “Ya Allah Tuhanku, ringankanlah sakaratul maut bagi Muhammad!” Pada saat Rasulullah berada di ambang kematian, di dekat beliau ada seember air yang digunakan oleh beliau untuk membasuh muka seraya berdoa, “Wahai Tuhanku! Ringankanlah bagiku sakaratul maut.” Pada saat yang sama Fathimah berkata, “Alangkah berat penderitaanku melihat penderitaanmu, Ayah!”. Tapi beliau berkata, “Tidak akan ada lagi penderitaan ayahmu sesudah hari ini” (HR. Bukhari).

Rasulullah adalah kekasih Allah SWT, yang namanya disandingkan dengan nama-Nya dalam kalimat syahadat, yang namanya selalu disebut dalam shalat setiap muslim di belahan barat sampai timur, utara sampai selatan, yang telah dijaga dari dosa, satu-satunya makhluk yang bisa bertemu Allah saat Isra’ Miraj dan nama yang ditundukkan kepadanya seluruh makhluk bumi dan langit. Kondisi yang demikian agung pada diri Rasulullah ternyata tidak bisa menghilangkan rasa sakit saat sakaratul maut. Sungguh, sakaratul maut merupakan suatu keadaan yang sangat mengerikan. Ketika melukiskan kematian, Rasulullah menyebutkan bahwa sakitnya sama dengan 300 tusukan pedang.

Rekomendasi Buku Yasin Terpercaya Mulai Dari 10 Ribu Sampai 60 Ribu – Pesan via 087777 500 661

Hukum Mengadzankan Jenazah

Mencari buku Yasin yang berkualitas dan terpercaya? Percetakanyasin.id adalah jawabannya. Kami memiliki pengalaman selama bertahun-tahun dalam bidang percetakan Yasin dan Majmu Syarif, sehingga Anda dapat mempercayakan kebutuhan Anda pada kami.

Bukan hanya itu, kami juga memiliki banyak pilihan produk Yasin dan Majmu Syarif dengan desain yang indah dan berkualitas tinggi. Terlebih lagi, kami menawarkan Gratis personalisasi buku Yasin Anda dengan foto, ucapan, nama-nama, dan do’a (maksimal 6 halaman) yang akan membuat buku Yasin Anda unik dan berkesan. // Artikel Benarkah Sakaratul Maut Itu Menyakitkan

Produk kami dilengkapi dengan plastik untuk memberikan perlindungan yang baik dan mudah dibawa kemana saja. Jangan tunggu lama, pesan buku Yasin Anda sekarang juga di percetakanyasin.id dan nikmati keutamaan dan pahala membaca Yasin setiap hari!”

CATATAN: PercetakanYasin.id beralamatkan di jalan desa cipadung no.47 Kota Bandung, Jawa Barat. Siap kirim buku yasin dari Kota Bandung hingga ke seluruh Indonesia. SIAP KIRIM!

Untuk pemesanan dan info lebih lengkap silahkan hubungi klik no WhatsApp kami di bawah ini.

Informasi dan Pemesanan :
No. WhatsApp Admin : 087777 500 661

Chat Admin
Chat Admin
Halo kak ??

Untuk bantuan terkait pemesanan buku yasin, silahkan klik tombol chat dibawah ya.

Saya dengan senang hati akan membantu.