Bagaimana Cara Mentalqin Orang yang Sakaratul Maut?

Percetakan Yasin, Bagaimana Cara Mentalqin Orang yang Sakaratul Maut Dengan Benar?

Talqin berarti mendikte atau menuntun orang yang akan meninggal atau sakaratul maut untuk mengucapkan kalimat tauhid “laa ilaha illallah”. Lantas, bagaimana cara mentalqin orang yang sakaratul maut dengan benar?

Artikel terkait : Benarkah Sakaratul Maut Itu Menyakitkan?

Bagaimana Cara Mentalqin Orang yang Sakaratul Maut Dengan Benar?

Bagaimana Cara Mentalqin Orang yang Sakaratul Maut?

Cara mentalqin wajib diketahui oleh orang yang masih hidup sebab para ulama telah sepakat bahwa hal ini termasuk ke dalam perbuatan yang disunnahkan. Dalilnya terdapat dalam sabda Rasulullah SAW:

“Talqinkanlah orang yang akan mati dengan kalimat laa ilaaha illallaah (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah).” (HR. Muslim, Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

Seseorang yang mengucapkan kalimat tauhid di detik-detik terakhir sebelum ia menghembuskan napas terakhirnya juga disebut akan masuk surga. Hal ini disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya:

“Barangsiapa yang ucapan terakhirnya “laa ilaaha illallah” maka akan masuk surga.” (HR. Abu Dawud, dari Mua’dz bin Jabal, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany)

baca Juga Artikel : Surat Yasin Meringankan Sakaratul Maut Dialami Buya Hamka

Cara Mentalqin Orang yang Sakaratul Maut Dengan Benar

Ada empat hal yang harus diperhatikan ketika kita akan mentalqin orang yang sedang sakaratul maut. Melansir dari situs kumparan.com yang merangkum Modul Keperawatan Islami yang disusun Sutarno, S.ST., M.Kes., Dr. Opi Irawansah, M. Pd. I., dan Suko Pranowo, M. Kep., Ns, berikut penjelasan terkait cara mentalqin orang yang sakaratul maut dengan benar.

1. Bisikkan dengan Lembut

Bisikkan dengan lembut, jelas, dan tegas kalimat “laa ilaaha illallaah” di telinga orang yang akan meninggal. Misalnya, “Wahai ayahku, ucapkan laa ilaaha illallaah”.

2. Motivasi dengan Janji Surga

Sampaikan janji Allah SWT kepada mereka di akhirat apabila mereka berhasil mengucapkan kalimat tauhid sebagai bentuk motivasi. Misalnya, “Ucapkan laa ilaaha illallaah dan surga akan menantimu.”

Hal ini pernah dilakukan Rasulullah SAW kepada Abu Thalib saat pamannya itu sudah mendekati ajal. Dari al-Musayib bin al-Hazan, beliau bercerita:

“Ketika Abu Thalib hendak meninggal dunia, Nabi SAW menawarkan beliau untuk mengucapkan laa ilaaha illallaah. ‘Wahai paman, ucapkan laa ilaaha illallaah, kalimat yang akan aku jadikan sebagai alasan pembelaan paman di hadapan Allah’. Namun Abu Thalib menolaknya.” (HR. Bukhari 3884).

3. Jangan Diulang-ulang

Sebaiknya tidak mengulang-ulang ajakan untuk mengucapkan kalimat tauhid, sehingga orang yang ditalqin akan merasa terganggu. Imam An-Nawawi mengatakan, “Para ulama membenci jika terlalu banyak dan terlalu sering ketika mentalqin. Agar tidak membuat calon mayit terganggu, karena dia sendiri sedang merasakan sakit, sehingga membuat hatinya membenci ajakan talqin.” (Syarh Shahih Muslim, 6/219).

Dalam kitab Siyar A’lam an-Nubala juga diceritakan bahwa saat seorang ulama besar, Abdullah bin Mubarak menghadapi kematiannya, orang yang mentalqinnya terlalu sering mengajaknya mengucapkan kalimat tauhid.

Akhirnya, Abdullah bin Mubarak mengingatkan, “Caramu tidak bagus, saya khawatir kamu akan mengganggu muslim lain yang kamu talqin setelahku. Jika kamu mentalqinku, lalu aku sudah mengucapkan laa ilaaha illallaah dan setelah itu saya diam, maka biarkan aku. Namun jika aku berbicara lagi, silakan ulangi talqinnya, sampai kalimat laa ilaaha illallaah menjadi ucapan terakhirku.” (Siyar a’lam an-Nubala, 8/418).

4. Jangan Ajak Bicara Apabila Sudah Berhasil Mengucapkan Kalimat Tauhid

Apabila orang yang akan meninggal telah berhasil mengucapkan laa ilaaha illallaah, jangan diajak bicara apa pun setelahnya. Tujuannya agar ucapan terakhir yang keluar dari mulutnya hanyalah kalimat tauhid.

Jika dia kembali berbicara atau meminta sesuatu, kabulkan permintaan tersebut. Setelah itu, ulangi proses talqin dengan lembut apabila memungkinkan. Bagi calon mayit yang keadaannya sudah sangat kritis, cukup dibimbing untuk melafalkan “Allah” saja.

Wallahu’alam bishawab.

Buku Yasin dan Majmu Syarif dalam Mendukung Proses Mentalqin – Kontak 087777 500 661

percetakan yasin cetak yasin

Menghadapi momen sakaratul maut memang bukanlah hal yang mudah, baik bagi orang yang sedang mengalaminya maupun bagi keluarga yang mendampinginya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memastikan bahwa proses ini dilalui dengan baik, penuh doa, dan keikhlasan. Salah satu cara untuk mempersiapkan diri dan orang terdekat adalah dengan memiliki buku Yasin atau Majmu Syarif yang berkualitas.

Jangan tunggu sampai terlambat! Miliki buku Yasin dan Majmu Syarif dari percetakanyasin.id yang tidak hanya memberikan kualitas cetakan terbaik, tetapi juga menawarkan harga mulai dari Rp10.000 saja. Setiap pembelian buku di percetakanyasin.id juga dilengkapi dengan cetakan foto, ucapan, nama-nama, dan doa (maksimal 6 halaman) secara gratis. Semua produk kami dikemas dengan plastik untuk menjaga kualitas dan kebersihannya.

Segera hubungi kami melalui WhatsApp di 087777 500 661 atau kunjungi kami langsung di jl. Desa Cipadung No.47 Cibiru, Bandung, Indonesia. Informasi lebih lanjut dapat Anda temukan di website kami www.percetakanyasin.id. Persiapkan diri Anda dan keluarga dengan baik, dan berikan yang terbaik dalam setiap momen penting kehidupan.

CATATAN: PercetakanYasin.id beralamatkan di jalan desa cipadung no.47 Kota Bandung, Jawa Barat. Siap kirim buku yasin dari Kota Bandung hingga ke seluruh Indonesia. SIAP KIRIM!

Untuk pemesanan dan info lebih lengkap silahkan hubungi klik no WhatsApp kami di bawah ini.

Informasi dan Pemesanan :
No. WhatsApp Admin : 087777 500 661

Sponsor Link : Izin Legalitas

Chat Admin
Chat Admin
Halo kak ??

Untuk bantuan terkait pemesanan buku yasin, silahkan klik tombol chat dibawah ya.

Saya dengan senang hati akan membantu.